HIDUP

9 Jun 2015

8f665b0fe55cb987fa10af21e737fd01_dscn0652

Hidup

Kami

siswa siswi

SD IT Insan Madani

Islam adalah Dien kami

Rajin Belajar Giat Berprestasi

Allah tujuan kami Rasulullah teladan kami

Al Quran pedoman kami yang kan slalu kita ikuti

Hai hai hai

siapkan dirimu

Yuk yuk ayuk

gapai impianmu

Ya ya ya

masa depan ceria

Allah bersama kita

Mars SD IT Insan Madani

ciptaan : Febby Cahya Triandra

Setelah menyanyikan Mars SD IT Insan Madani, biasanya seluruh siswa pasti meneriakkan Allahu Akbar Alllahu Akbar Allahu Akbar sepenuh hati dengan bersemangat. Yang lain akan menyambut teriakan itu dengan mengepalkan tangan dan meninjukannya keatas.

Dengan cara member hikmah hidup itulah sebenarnya semangat hidup. Begitu pula sekolah ini. Banyak member pelajaran hidup bagi kita semua termasuk orangtua dan Guru. Pernah suatu hari kami kerumah salah satu siswa yang hampir keluar karena masalah ngaji. Itu yang tertulis di buku penghubung siswa. Ternyata bukan. Masalah financial adalah pemicu utama. Cerita ini berawal dari home visit yang memang kami terapkan disekolah kami. Guru berkunjung untuk mengetahui karakter siswa dirumah sekaligus mengecheck apakah adab-adab dirumah sudah diterapkan dirumah atau belum.

Saat masuk rumah begitu lengang. Ternyata ada ibu dan nenek. Di hari minggu ternyata ayahnya masih bekerja. Kuli bangunan. Akhirnya kami saling bertukar cerita. Ayah dan ibunya Nampak gembira dengan perubahan anaknya yang pendiam menjadi lebih ceria dan banyak hafalan. Namun karena hafalan inilah kami terbahak-bahak. Pernah ayahnya mendengar putrinya membaca surat Amma Yatasa aluun (An Naba) juz 30. Ayahnya marah dan mengatakan kamu baca apa itu? Gak ada di Al Quran ayat seperti itu! Ambilkan Al Quran! Ternyata di Juz Amma ada. Allahu Akbar. Ternyata ayahnya mengatakan, seumur hidup sampai jadi kuli bangunan sekarang ini yang saya tahu kalau Al Quran hanya Surat Yaasin saja pak. Tertawalah kami bersama. Polos. Lugu. Jujur dan apa adanya.

Ada juga yang dahulunya hobi melepas jilbab saat berada disekolah adalah pemandangan biasa. Kami tak lelahnya mengingatkan setiap hari. Suatu hari, kami membeli buah di kios. Kami melihat ternyata salah satu murid kami masih membantu orangtuanya berjualan. Pemandangan yang aneh adalah dia sekarang memakai hijab! Padahal waktu menunjukkan pukul 9 malam. Alhamdulillah Yaa Allah. Ada tiga kejadian serupa seperti itu. Masya Allah. Semua berkat Allah yang memberikan kemudahan. Mereka sudah memiliki budaya malu diusia mereka yang masih dini. Allahu Akbar!

Diawal sekolah, jumlah siswa yang tidak bisa membaca hampir 75%! Namun dengan program DEAR (Drop Everything And Read) menjadikan anak-anak gemar membaca dan mulai dipisahkannya antara yang lancar,terbata-bata sampai yang tidak bisa sama sekali. Yang lancer atau terbata-bata boleh di program DEAR. Yang belum bisa di rebus dulu sampai mengenal huruf dan menyatukannya. Alhamdulillah, membuahkan hasil. Dalam waktu 1 bulan 1 minggu hanya tersisa 5 orang saja dari 28 siswa. Subhanallah. Terimakasih Yaa Allah Engkau mudahkan segala urusan kami. Belum bisa membaca pun karena melihat dari kondisi siswa yang memang kurang umur. Kebanyakan di Aceh usia sekolah dasar kurang dari 7 tahun. Setidaknya sudah banyak yang keluar kelas untuk program DEAR.

Hanya saja kesulitan kami tetap sama. Belum dapat dana BSM, BOS dan DBO untuk dialokasikan pada siswa kurang mampu. Semua terkendala pada Izin operasional. Sudah hampir 5 kali ke Diknas belum ada tanggapan. Padahal UPTD dan Camat telah menyetujui. Proposal sudah diterima bagian TU belum juga ada panggilan. Telepon untuk bikin appointment selalu kandas karena kalau tidak Kepala Dinasnya keluar, bagian Kurikulumnya ke Banda Aceh urusan Dinas. Yaa Allah mudahkanlah. Padahal Ketua Komite sudah siap berikan kesaksian tentang kemajuan SD IT Insan Madani dalam 1 bulan ini.

Jujur. Kami bukan takut tak mendapatkan izin operasional. Karena Allah telah mencukupi dan menggenapi bilangan kekurangan kami. Namun demi melihat usaha Bapak dan ibu serta anak-anak yang kurang mampu kami harus bertahan. Kami berjanji kepada Allah masalah amanat Al Quran. Kami berjanji kepada Wali siswa yang mengamanatkan anaknya pada kami. Dan Bapak Ibu yang ingin mewujudkan sekolah SATAP (Satu Atap) segera terealisasi dan menjadi sekolah mandiri secara financial. Yaa Allah Mudahkanlah jalannya.


Education is not the filling of a pail,

But the lighting o fire

William Butler Yeats


TAGS


Comment
-

Author

Seorang Guru. Bukan Ustadz. Yang hanya ingin berbagi ilmu dan kemanfaatan bagi sesama. Guru mantan musisi rock n roll yang ingin berguna bagi agama dan negara. Ingin mendekat pada Rabb Semessta Alam tanpa harus menjadi manusia munafik.

Follow Me