Tidak Takut Melangkah, Sing Penting Happy !

29 Oct 2013

Tapak kaki manusia dan buah tangannya haruslah menjadi manfaat. Apalagi pemuda. Pemuda yang penuh vitalitas dan full energi haruslah tumbuh dan berkembang,tidak hanya fisik,tetapi ide-ide kreatifnya (mentalnya).
Ide-ide kreatif tidak tumbuh serta merta, namun buah dari berbagai kegagalan yang mendekati keberhasilan. Makin banyak melakukan kesalahan dalam sebuah percobaan/penelitian, makin kita mendekati kebenaran. Dan dari kesalahan itu kita bisa mengukur tingkat errornya.
Kita masih ingat,bagaimana Thomas Alfa Edison ketika melihat laboratoriumnya meledak dan hancur berkeping-keping tidak lantas ia marah,ngambek,galau,menulis kegalauannya di fb, atau berkicau di twitter :)…namun ia mengatakan bahwa dari 1000 kegagalan ia telah menemukan setidaknya satu jalan menuju kebenaran telah terlihat terang benderang. Dan…nyatalah apa yang dipikirkannya…satu penemuan yaitu lampu membuatnya sangat dihormati dan semua manusia diujung dunia manapun menggunakan penemuannya.
Mungkin saat kejadian itu, Edison belum mengenal slogan Sing Penting happy, mungkin kalau ia mengenalnya…saat melihat laboratoriumnya meledak,ia akan berkata Sing Penting Happy…just kidding
Saya seorang Kepala Sekolah termuda diwilayag Aceh Selatan. Umur saya baru menginjak 35 tahun. Memimpin sekolah terfavorit di Aceh Selatan. Bukan karena saya anak PNS, karena saya benar-benar PNS,Pencari Nafkah Seadanya…
Adakalanya,Kepsek pinisepuh selalu memanggil saya “anak muda”,karena wajah saya 11-12 dengan anak-anak saya yang rata sudah dewasa,maklum SMA…
Pertama kali mengikuti test, sepertinya ada perasaan gak pede…tapi ya itu tadi…Sing Penting Happy, coba dulu, klo gak berhasil ya udah…sing penting…
Balik lagi ke Kepsek pinisepuh, mereka masih saja berpendapat bahwa tua adalah lebih mengetahui segalanya daripada yang muda…hmmm…coba simak pertanyaan dan cerita yang satu ini, masih menyangkut mas Edison…
Suatu hari:
Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, Apakah menjadi seorang ayah yang lebih tua umurnya akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?
Ayahnya menjawab, Sudah tentu!
Siapa yang menemukan listrik?
Edison.
Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang tua duluan yang menemukan listrik?
Nah apa kesimpulannya?
“Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini. Banyak yg harus kita perbuat tanpa harus merasa ia yang berbuat dalam arti kata lain campur tangan Allah yang mengatur setiap kejadian dan atas izinnya…tetap berusaha belajar untuk banyak mendengar daripada berbicara…Langkahkan kaki dan terus mencoba, Sing Penting Happy “


TAGS


Comment
-

Author

Seorang Guru. Bukan Ustadz. Yang hanya ingin berbagi ilmu dan kemanfaatan bagi sesama. Guru mantan musisi rock n roll yang ingin berguna bagi agama dan negara. Ingin mendekat pada Rabb Semessta Alam tanpa harus menjadi manusia munafik.

Follow Me