Hijrah dari UANG menuju si (waktu) “L”-UANG

28 Feb 2013

Apa sih orang besar dan sukses itu? Yang KAYA lagi banyak DUIT? Yang banyak investasi?yang banyak rumah dan mobil yang berderet? Yang terkenal dan ngetop abiz?

Dari sedemikian banyak pilihan pertama adalah pilihan jitu…KAYA da DUIT, karena seberapapun kita punya talenta dan sumber dari segala sumber pencarian manusia dari pagi hingga malam yang selalu ditanyakan dan diliat adalah seberapa tebal dompet dan sementereng apa rumah serta mobil…pasti banyaklah…

Coba kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dan teriakan2 bos kita…bayangkan kita ada di sebuah tanah hijau yang lapang bersama orang2 yang kita cintai, istri dan anak kita , pacar kita, ortu kita, siapapunlah…sebenarnya mana yang lebih membahagiakan kita sih…LUANG ataukah UANG?

UANG…Untung Aku NabunG, untung aku nabung dan mengumpulkan banyak uang. Hingga melalikan waktu. Padahal Waktu adalah satu2nya hal yang berharga bagi manusia. kita jarang dan sering melupakan “L” pada kata UANG…ya, LUANG yang membuat kita berkumpul dan merasa dihargai dan berarti. Ah, Indahnya menjadi bagian orang yang selalu dirindukan kehadirannya oleh orang lain. Waktu yang LUANG membuat kita banyak bisa melakukan kegiatan nan bermanfaat.

LUANG…Lebih Untung Aku NabunG, “L” adalah Lebih…Lebih berguna buat diri sendiri, keluarga, dan sesama. Lebih perhatian dan Menolong mereka yang terpinggirkan, Lebih sayang pada orang2 disekitar kita, lebih berbuat banyak dengan apa yang kita punya, lebih punya banyak waktu…tak diperbudak oleh UANG…tetapi UANG tuk menciptakan LUANG.

Sehebat-hebatnya kita, jika habis jatah waktu kita…habis sudah uang kita…menumpuk berbagai macam investasi namun tak berguna…hanya angka2 didalam tabungan kita? if we die…why we submit it? adakah alasan yang lebih baik daripada mencari uang untuk menciptakan waktu luang? semakin banyak kita ‘mencetak uang’ untuk orang lain makin kita bermanfaat, makin orang2 mencintai kita, so kita gak terhinggap penyakit selfish…kita mati tua dalam tumpukan uang yang tak mampu menyeret kita apalagi mengangkat kita menuju lubang kubur?

Man, GALAU dimulai dari rasa tak memiliki dan dimiliki…coba yuk menciptakan kita sebagai tenaga berpotensi menghasilkan banyak UANG yang kemudian kita menciptakan sebuah bisnis tuk orang lain atau mengamalkan ilmu kita agar bermanfaat tuk orang lain..ah, seberapa banyak kita memikirkan itu? Kita sekarang jadi budak UANG, bukan pengejar matahari “LUANG”…bukankah hal inilah yang kita inginkan…Mulai sekarang tanamkan si “L” pada hidup kita…agar kita benar2 tak menyesal karenanya…

Bukankah Waktu atau masa adalah hal yang sering melalaikan kitam manusia? Melainkan mereka yang berbuat baik, yang selalu berkata jujur dan berbuat jujur (ada gak ya org yang gak suka ama orang jujur…? (Bos Maling aja gak mau dibohongin anak buahnya kok :) ), dan mereka yang suka menghibur teman2 mereka, saudara mereka yang terhimpit kesulitan, dan selalu bersabar pada setiap keadaan yang membuat kita dilema dalam hidup…PERCAYALAH SOB…SEMUA AKAN INDAH PADA AKHIRNYA JIKA KITA MENGEJAR SI L-UANG…BUKAN SI UANG. Salam sayang untuk orang2 terdekat anda :)


TAGS


-

Author

Seorang Guru. Bukan Ustadz. Yang hanya ingin berbagi ilmu dan kemanfaatan bagi sesama. Guru mantan musisi rock n roll yang ingin berguna bagi agama dan negara. Ingin mendekat pada Rabb Semessta Alam tanpa harus menjadi manusia munafik.

Follow Me